Sunday, August 7, 2016

PUNDEN MAKAM JAGO PANJILARAS

mempertimbangkan cerita tutur sebagai data sekunder, tersier atau bahkan tidak dianggap data sama sekali
di desa jabung mojokerto ada PUNDEN MAKAM JAGO PANJILARAS. bagi kalangan tertentu, terutama metafisikawan lokasi ini dianggap sebagai situs makam ayam jago dari raja majapahit kedua yaitu prabu jayanegara. di lokasi ini banyak peziarah yang berdoa, terutama untuk kelancaran rejeki. kita perlu bijak memperlakukan situs itu sebagai data sejarah.
jika sebuah situs diperkuat dengan prasasti atau kakawin pada jamannya, kemudian ada analisis yang bisa dipertanggung jawabkan dari lembaga sejarah yang terakreditasi, maka kita bisa mencatatnya sebagai data primer dalam sejarah. jika sebuah situs hanya diperkuat oleh cerita tutur masyarakat setempat saja, maka kita bisa menyimpan data itu sebagai data sekunder, tersier atau bukan data sama sekali.
jika kemudian sebuah cerita tutur analisanya bersesuaian dengan prasasti atau kakawin pada masanya, maka cerita tutur tersebut bisa menjadi data sekunder, jika kesesuaiannya masih memerlukan analisa yang lebih luas dan mendalam lagi, kita bisa memposisikannya sebagai data tersier. jika tidak ada hubungan dengan prasasti atau kakawin pada masanya, kita masih bisa menggolongkan dengan data tersier juga.. tetapi..
jika kemudian cerita tutur itu bertentangan semua dengan prasasti, kakawin pada masanya, maupun analisa logis kejadian sejarah, maka kita bisa membuangnya sebagai data sejarah, dan menempatkannya sebagai karya sastra saja, sebagai sebuah kisah dalam masyarakat yang memperkaya keindahan penulisan budaya beserta berbagai kisah tontonan
semoga damai selalu,,, Salam Rahayu.

No comments:

Post a Comment